bisnis paling gratis

Friendster Glitter Graphics

Jumat, 21 Januari 2011

Dasar Jaringan

Pengertian Jaringan Seringkali kita mendengar kata internet, sekilas mungkin kita akan berpikir bahwa yang namanya internet merupakan sebuah jaringan yang sangat besar dan terdiri dari banyak kompuer. Atau bahkan bagi orang yang awam internet sering diartikan sebagai browsing, chatting, dan lain-lain.
Pengertian ini merupakan sebuah pandangan yang kurang benar. Karena sebenarnya internet adalah kumpulan dari jaringan-jaringan kecil dan besar yang saling terhubung secara real-time atau terus menerus di seluruh dunia.
Dalam suatu sistem jaringan, dimana seluruh komputer saling berbagi data dan resources satu sama lain sehingga tercapai efisiensi dalam pemanfaatan teknologi, amat dibutuhkan perangkat-perangkat khusus dan instalasi tertentu.
Pada bab ini akan dijelaskan beberapa peralatan yang digunakan dalam sistem jaringan serta pengaturan TCP/IP pada sistem operasi Windows.

􀂉Topologi Jaringan
Tujuan dari suatu jaringan adalah menghubungkan jaringan-jaringan yang telah ada dalam jaringan tersebut sehingga informasi dapat ditransfer dari satu lokawi ke lokasi yang lain. Karena suat perusahaan memuliki keinginan atau kebutuhan yang berbeda-beda maka terdapat berbagai cara jaringan terminal-terminal dapat dihubungkan. Struktur Geometric ini disebut dengan LAN Topologies.

Terdapat 6 jenis topologi yaitu :
􀂉Bus
􀂉Ring
􀂉Star
􀂉Extended Star
􀂉hierarchical topology
􀂉Mesh
Setiap topologi memuliki karakteristik yang berdeda-beda dan masing-masing juga memiliki keuntungan dan kerugian. Topologi tidak tergantung kepada medianya dan setiap topologi biasanya menggunakan media sebagai berikut :

Jenis-jenis Media yaitu :
􀂉Twisted Pair
􀂉Coaxial Cable
􀂉Optical Cable
􀂉Wireless
Topologi dibagi menjadi dua jenis yaitu Physical Topology dan Logical Topologi. Dibawah ini adalah jenis-jenis Physical Topologi.


1. Topologi Bus atau Daisy Chain
Topologi ini memiliki karakteristik sebagai berikut:
• merupakan satu kabel yang kedua ujung nya ditutup, dimana sepanjang kabel terdapat node-node
• umum digunakan karena sederhana dalam instalasi
• signal melewati kabel dalam dua arah dan mungkin terjadi collision
• problem terbesar pada saat kabel putus. Jika salah satu segmen kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti.

2. Topologi Ring
Topologi ini mempuyai karakteristik sebagai berikut:
• lingkaran tertutup yang berisi node-node
• sederhana dalam layout
• signal mengalir dalam satu arah, sehingga dapat menghindarkan terjadinya collision (dua paket data bercampur), sehingga memungkinkan pergerakan data yang cepat dan collision detection yang lebih sederhana
• problem: sama dengan topologi bus
• biasanya topologi ring tidak dibuat secara fisik melainkan direalisasikan dengan sebuah consentrator dan kelihatan seperti topologi star

3. Topolog Star
Topologi ini mempunyai karakteristik sebagai berikut:
• setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
• mudah dikembangkan, karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node.
• keunggulannya adalah jika satu kabel node terputus yang lainnya tidak terganggu.
• dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, biasanya digunakan kabel UTP.

4. Topologi Extended Star
Topologi Extended Star merupakan perkembangan lanjutan dari topologi star dimana karakteristiknya tidak jauh berbeda dengan topologi star yaitu :
• setiap node berkomunikasi langsung dengan sub node, sedangkan sub node berkomunikasi dengan central node. traffic data mengalir dari node ke sub node lalu diteruskan ke central node dan kembali lagi.
• Digunakan pada jaringan yang besar dan membutuhkan penghubung yang banyak atau melebihi dari kapasitas maksimal penghubung.
• keunggulan : jika satu kabel sub node terputus maka sub node yang lainnya tidak terganggu, tetapi apabila central node terputus maka semua node disetiap sub node akan terputus
• tidak dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, karena untuk berkomunikasi antara satu node ke node lainnya membutuhkan beberapa kali hops.

5. Topologi hierarchical
Topologi ini biasa disebut sebagai topolodi tree. Dibangun oleh seperti halnya topologi extended star yang dihubungkan melalui sub node dalam satu central node. Topologi ini dapat mensupport baik baseband maupun broadband signaling dan juga mensupport baik contention maupun token bus access.

6. Topologi Mesh
MESH topologi dibangun dengan memasang link diantara atation-station. Sebuah ‘fully-connected mesh’ adalah sebauh jaringan dimana setiap terminal terhubung secara langsung ke semua terminal-terminal yang lain. Biasanya digunakan pada jaringan komputer kecil. Topologi ini secara teori memungkinkan akan tetapi tidak praktis dan biayanya cukup tinggi untuk di-implementasikan. Mesh topologi memiliki tingkat redundancy yang tinggi. Sehingga jika terdapat satu link yang rusak maka suatu station dapat mencari link yang lainnya.

Tips Wireless Security

Jaringan nirkabel atau yang sering disebut dengan wireless network cukup mudah untuk di set up, dan juga terasa sangat nyaman, terutama jika kita menginginkan agar bisa berjalan jalan keliling rumah atau kantor dengan komputer portable tetapi tetap bias tetap mengakses jaringan internet. Namun, karena wireless menggunakan gelombang, maka akan lebih mudah untuk di-hack daripada koneksi yang menggunakan kabel. Ada beberapa tips disini untuk mengamankan wireless network.

Adapun langkah langkahnya sebagai berikut

1. Memakai enkripsi.

Enkripsi adalah ukuran security yang pertama, tetapi banyak wireless access points (WAPs) tidak menggunakan enkripsi sebagai defaultnya. Meskipun banyak WAP telah memiliki Wired Equivalent Privacy (WEP) protocol, tetapi secara default tidak diaktifkan. WEP memang mempunyai beberapa lubang di securitynya, dan seorang hacker yang berpengalaman pasti dapat membukanya, tetapi itu masih tetap lebih baik daripada tidak ada enkripsi sama sekali. Pastikan untuk men-set metode WEP authentication dengan “shared key” daripada “open system”. Untuk “open system”, dia tidak meng-encrypt data, tetapi hanya melakukan otentifikasi client. Ubah WEP key sesering mungkin, dan pakai 128-bit WEP dibandingkan dengan yang 40-bit.

2. Gunakan enkripsi yang kuat.

Karena kelemahan kelemahan yang ada di WEP, maka dianjurkan untuk menggunakan Wi-Fi Protected Access (WPA) juga. Untuk memakai WPA, WAP harus men-supportnya. Sisi client juga harus dapat men-support WPA tsb.

3. Ganti default password administrator.

Kebanyakan pabrik menggunakan password administrasi yang sama untuk semua WAP produk mereka. Default password tersebut umumnya sudah diketahui oleh para hacker, yang nantinya dapat menggunakannya untuk merubah setting di WAP anda. Hal pertama yang harus dilakukan dalam konfigurasi WAP adalah mengganti password default tsb.
Gunakan paling tidak 8 karakter, kombinasi antara huruf dan angka, dan tidak
menggunakan kata kata yang ada dalam kamus.

4. Matikan SSID Broadcasting.

Service Set Identifier (SSID) adalah nama dari wireless network kita. Secara default, SSID dari WAP akan di broadcast. Hal ini akan membuat user mudah untuk menemukan network tsb, karena SSID akan muncul dalam daftar available networks yang ada pada wireless client. Jika SSID dimatikan, user harus mengetahui lebih dahulu SSID-nya agak dapat terkoneksi dengan network tsb.

5. Matikan WAP saat tidak dipakai.

Cara yang satu ini kelihatannya sangat simpel, tetapi beberapa perusahaan atau individual melakukannya. Jika kita mempunyai user yang hanya terkoneksi pada saat saat tertentu saja, tidak ada alasan untuk menjalankan wireless network setiap saat dan menyediakan kesempatan bagi intruder untuk melaksanakan niat jahatnya. Kita dapat mematikan access point pada saat tidak dipakai.

6. Ubah default SSID.

Pabrik menyediakan default SSID. Kegunaan dari mematikan broadcast SSID adalah untuk mencegah orang lain tahu nama dari network kita, tetapi jika masih memakai default SSID, tidak akan sulit untuk menerka SSID dari network kita.

7. Memakai MAC filtering.

Kebanyakan WAP (bukan yang murah murah tentunya) akan memperbolehkan kita memakai filter media access control (MAC). Ini artinya kita dapat membuat “white list” dari computer computer yang boleh mengakses wireless network kita, berdasarkan dari MAC atau alamat fisik yang ada di network card masing masing pc. Koneksi dari MAC yang tidak ada dalam list akan ditolak. Metode ini tidak selamanya aman, karena masih mungkin bagi seorang hacker melakukan sniffing paket yang kita transmit via wireless network dan mendapatkan MAC
address yang valid dari salah satu user, dan kemudian menggunakannya untuk melakukan spoof. Tetapi MAC filtering akan membuat kesulitan seorang intruder yang masih belum jago jago banget.

8. Mengisolasi wireless network dari LAN.

Untuk memproteksi internal network kabel dari ancaman yang datang dari wireless network, perlu kiranya dibuat wireless DMZ atau perimeter network yang mengisolasi dari LAN. Artinya adalah memasang firewall antara wireless network dan LAN. Dan untuk wireless client yang membutuhkan akses ke internal network, dia haruslah melakukan otentifikasi dahulu dengan RAS server atau menggunakan VPN. Hal ini menyediakan extra layer untuk proteksi.

9. Mengontrol signal wireless

802.11b WAP memancarkan gelombang sampai dengan kira kira 300 feet. Tetapi jarak ini dapat ditambahkan dengan cara mengganti antenna dengan yang lebih bagus. Dengan memakai high gain antena, kita bisa mendapatkan jarak yang lebih jauh. Directional antenna akan memancarkan sinyal ke arah tertentu, dan pancarannya tidak melingkar seperti yang terjadi di antenna omnidirectional yang biasanya terdapat pada paket WAP standard. Selain itu, dengan memilih antena yang sesuai, kita dapat mengontrol jarak sinyal dan arahnya untuk melindungi diri dari intruder. Sebagai tambahan, ada beberapa
WAP yang bisa di setting kekuatan sinyal dan arahnya melalui config WAP tsb.

10. Memancarkan gelombang pada frequensi yang berbeda.

Salah satu cara untuk bersembunyi dari hacker yang biasanya memakai teknologi 802.11b/g yang lebih populer adalah dengan memakai 802.11a. Karena 802.11a bekerja pada frekwensi yang berbeda (yaitu di frekwensi 5 GHz), NIC yang di desain untuk bekerja pada teknologi yang populer tidak akan dapat menangkap sinyal tsb.

Kamis, 20 Mei 2010

Koneksi Peer to Peer

Peer to peer atau menghubungkan dua komputer tanpa melalui via hub/switch

1. Jenis Kabel yang digunakan

Untuk menghubungkan dua komputer tanpa melalui hub/switch, kabel yang harus kita pakai adalah cable dengan model cross (kabel nya tetap pakai kabel UTP hanya susunan kabel nya yang dibedakan).

Dalam jaringan ada dua macam jenis susunan kabel yang digunakan secara umum yaitu cross dan straight.

Kabel Straight memiliki urutan kabel yang sama pada kedua ujungnya, biasanya digunakan untuk menghubungkan dua device atau hardware yang berbeda. Misalnya : NIC ( PC) ke Switch, NIC ke Printer, NIC ke Modem, Switch ke Printer.



Kabel Cross menggunakan susunan kabel pada ujung pertama sama dengan susunan standar T-568B (standar Asia) tetapi pada ujung ke 2 susunan nya ditukar dengan metode 1 ke 3 dan 2 ke 6. Maksudnya, kabel no 1 pada ujung 1 menjadi kabel no 3 pada ujung 2 dan kabel no 2 pada ujung no 1 menjadi kabel no 6 pada ujung ke 2. untuk penggunaannya, kabel cross biasanya digunakan untuk menghubungkan dua hardware yang sama, misalnya : Hub ke Hub, NIC ke NIC (PC ke PC). Jadi dalam tutorial saya kali ini yaitu menghubungkan dua komputer tanpa melalui hub/switch, jenis kabel ini yang kita pakai.



Sebagai tambahan, untuk switch ke switch dapat menggunakan kabel model apa saja, Bisa cross maupun straight, kaena fungsi switch adalah alat untuk menyilangkan, maka tidak perlu lagi kita menyilangkan kabelnya, secara otomatis switch dapat menyilangkan koneksi kabel nya sendiri.

2. TCP/IP

Untuk menghubungkan dua komputer yang harus kita butuhkan selain jenis kabel adalah TCP/IP. TCP/IP adalah penamaan komputer dalam jaringan dengan angka yang unik. Di sebut unik karena, secara dsar agar komputer-komputer dalam sebuah jaringan dapat saling berhubungan satu sama lain, tidak boleh ada dua atau lebih komputer yang memiliki nomor IP yang sama dan harus pada network yang sama. Dalam tutorial ini saya akan menggunakan IP standar (Private address) yang sering digunakan yaitu Network ID 192.168.1.0 dan Subnet Mask 255.255.255.0 (masuk dalam kategori C)

Mari kita mulai langkah-langkah menghubungkan dua komputer tanpa menggunakan hub/switch.(Disini hanya saya terangkan bagaimana menghubungkan kedua komputer saja, tidak sampai bagaimana terkoneksi internet)

1. Pertama tentunya harus sudah ada 2 (dua) komputer dan pastikan bahwa kedua komputer tersebut memiliki NIC atau Lan Card, kemudian buatlah kabel dengan susunan cross ( Lihat gambar kabel cross di atas ), RG-45 dan Tang crimping untuk menyatukan kabel dan RG-45.








2. Bila sudah selesai, tancapkan masing-masing ujung kabel cross, ke NIC pada komputer (ujung 1 ke komputer 1, ujung 2 ke komputer 2)

3. nyalakan kedua komputer dan masuk ke windows (disini menggunakan windows XP yah). kemudian untuk memberikan IP, masuk ke START - CONTROL PANEL - NETWORK CONNECTION. Lalu klik dua kali icon Local Area Connection kamu.



Akan muncul Local Area Connection Status, lalu klik Properti. Akan muncul seperti gambar di bawah, klik dua kali Internet Protocol(TCP/IP).



Lalu isi pada kolom IP Address dan subnet mask. Disini saya akan menggunakan IP 192.168.1.1 dan 192.168.1.2 dengan subnet mask default yaitu 255.255.255.0.

Pada komputer pertama isikan IP address : 192.168.1.1 , Subnet Mask : 255.255.255.0
Pada komputer kedua isikan IP address : 192.168.1.2 , Subnet Mask : 255.255.255.0

lalu klik OK - OK - Close.

Untuk konfigurasi telah selesai, sekarang tinggal mengecek apakah koneksi telah tersambung dengan benar. Caranya : Buka menu RUN (start -Run).

ketikkan pada kolom Run "Ping 192.168.1.2 -t" tanpa tanda kutip dari komputer pertama
atau
ketikkan pada kolom Run "Ping 192.168.1.1 -t" tanpa tanda kutip dari komputer kedua.

Intinya ketik PING lalu nomer ip komputer yang mau dicek koneksi nya ke komputer kita. "-t" di dalam perintah diatas adalah agar perintah ping ping dilakukan secara terus menerus tanpa berhenti hingga kita menutup jendela command prompt.

Bila koneksi tersambung maka akan terlihat tulisan reply to 192.168.xxxx Seperti gambar di bawah, bila belum tersambung maka akan muncul tulisan Request time out.




Nah bila sudah muncul tulisan seperti diatas artinya kedua komputer sudah tersambung dan dapat berbagi file atau sharing untuk tutorial sharing file bisa dilihat di sini. Bila masih Request time out atau RTO, coba cek kabel dengan kabel tester apakah urutan kabel telah benar, lalu cek konfigurasi IP apakah ada yang salah atau tidak.

Segala caci maki dan pujian dapat disampaikan di kolom komentar. Apabila ada kesalahan mohon pencerahannya, Kita sama sama belajar.

Senin, 19 April 2010

Perintah Command Prompt Untuk Jaringan Komputer.

Berikut adalah perintah-perintah pada Command Prompt yang berhubungan dengan jaringan komputer.
Untuk melakukan perintah-perintah tersebut Anda harus masuk ke Command Prompt ( Klik Start ->Run ->Ketik CMD )

1. ipconfig /all
Menampilkan informasi konfigurasi koneksi, misalnya Host Name, Primary DNS Type, Ethernet Adapter LAN.

2. ipconfig /flushdns
Menghapus DNS Cache

3. ipconfig /release
“Menghapus” semua koneksi IP Address.

4. ipconfig /renew
Membuat IP Address baru untuk adapter tertentu.

5. ipconfig /displaydns
Menampilkan DNS Cache.

6. ipconfig /registerdns
Melakukan refresh DNS dan meregister kembali koneksi DNS.

7. ipconfig /showclassid
Menampilkan informasi DHCP Class.


8. ipconfig /setclassid
Mengubah DHCP Class ID

9. control netconnections
Menampilkan Network Connection.

10. nslookup
Mengetahui alamat ip address dari nama domain yang di tuliskan

11. netstat
Menampilkan informasi koneksi TCP/IP yang sedang aktif.

12. route
Menampilkan local route.

13. hostname
Menampilkan nama komputer.

14. ping
Contoh: ping www.finderonly.com
Melakukan test koneksi ke situs www.finderonly.com.
Semakin sedikit % loss-nya maka semakin baik koneksinya.

15. tracert
Menampilkan informasi IP Address route.

Merubah Tampilan System Properties Windows XP

System Properties berisi info-info tentang komputer anda, anda dapat melihatnya di Control Panel –> System atau klik kanan icon My Computer dan pilih properties. Tetapi anda bisa merubah tampilan tersebut jika anda menginginkannya. Berikut contoh preview perubahan tersebut





Anda bisa merubah tampilan System Properties tersebut dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :

1. Buatlah file dengan nama oeminfo.ini dengan isi sbb :
[Support Information]
Line1=Ketik Info anda disini
Line2=Ketik Info anda disini
Line3=Ketik Info anda disini
Line4=Ketik Info anda disini
Line5=Ketik Info anda disini

[general]
Manufacturer=Dibuat oleh Finderonly
Model=Model Finderonly 1.0

2. Simpan file oeminfo.ini tersebut ke direktori C:\WINDOWS\system32\

3. Pilihkan sebuah gambar (extention *.bmp dengan resolusi tidak terlalu besar) yang ingin anda tampilkan di System Properties dan beri nama oemlogo.bmp lalu simpan ke direktori C:\WINDOWS\system32\

4. Sekarang anda bisa lihat perubahan tersebut.

Semoga Bermanfaat